Cari Blog Ini

Sabtu, 23 Juli 2011

Ikan Raksasa Yang Makan Buaya Ditemukan Di Kongo




Selama ini yang kita dengan bahwa buaya tidak ada yang memangsa selain manusia dan juga buaya selalu memangsa apa saja, tetapi telah ditemukan ikan raksasa pemakan buaya di Sungai Kongo, Afrika.
Selama ekspedisi penangkapan ikan di Sungai Kongo di Afrika, pemancing asal Inggris Jeremy Wade, 52 tahun berhasil menangkap ikan raksasa tigerfish Goliath.

Ikan Tigerfish Goliath dianggap sebagai salah satu ikan air tawar terbesar di dunia dan dikhawatirkan jauh lebih besar dan lebih mematikan daripada piranha. Ikan raksasa yang memiliki 32 gigi ini ukurannya sama dengan gigi hiu putih yang besar yang dapat menyerang manusia dan buaya.

Ikan pemangsa buaya ini berukuran besar. Giginya super tajam, jumlahnya ada 32. Panjang badannya 1,5 meter, beratnya sekitar 45 kilogram.
Wade menggunakan ikan patin yang besar sebagai umpan, 200-pound bar dan garis. Dia juga mengambil jarak cukup untuk menjaga keselamatan.

Dengan nyali kuat Jeremi membopong ikan yang beratnya 60 kg lebih ini memiliki panjang hingga 5 kaki. Tigerfish Goliath merupakan salah satu ikan terbuas di dunia jauh lebih buas dan besar dari Piranha dan Tench. Sayang sekali Wade tidak sempat membuat video ikan raksasa tersebut makan buaya.

Senin, 27 Juni 2011

Hacker Bersatu Melawan Pemerintahan Dunia


TEMPO Interaktif, Jakarta - Beberapa kelompok hacker yang diyakini berada di balik penyerangan sistem Sony dan CIA telah bersumpah untuk bersatu melawan pemerintahan dunia.

LulzSec meminta bantuan kelompok yang dikenal sebagai Anonymous di kampanye cyber mereka yang dijuluki "Operasi Anti-Keamanan".

Kelompok itu mengumumkan niat mereka melalui feed Twitter resmi mereka pada akhir pekan lalu. Mereka menyatakan akan menargetkan siapa saja yang menghadang jalan mereka.

"Selamat datang di Operasi Anti-Keamanan. Kami mendorong kapal apapun, besar atau kecil, untuk menembak setiap pemerintah atau lembaga yang melintasi jalan kami. Kami sepenuhnya mendukung penulisan kata 'AntiSec' pada setiap perusakan situs web pemerintah atau seni grafiti fisik. "

LulzSec yang diyakini berada di balik ide itu juga mengisyaratkan bergabung dengan 'kelompok hacking' lainnya. Mereka mengatakan "Untuk meningkatkan berbagai upaya, kita sekarang bekerja sama dengan Anonymous kolektif dan semua peralatan perang terafiliasi."

Di antara tujuan mereka, kelompok itu menyatakan 'perang segera dan tak henti-hentinya terhadap moderator perebut kebebasan 2011' sebagai perlawanan terhadap peraturan Internet.

Bukan hanya pemerintah yang menjadi korban potensial. "Target utama juga bank dan perusahaan top," kata kelompok itu.


Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mencuri dan kemudian membocorkan informasi rahasia, termasuk email dan dokumen.

Serangan mereka dipercaya sebagai pembalasan atas usulan peningkatan hukuman bagi cyberterrorists di AS di mana mereka yang menjebol sistem pemerintah AS menghadapi ancaman 20 tahun penjara.

Mahasiswi Gelar Pameran Celana Dalam Bekas


TEMPO Interaktif, - Pengumuman itu ditempel di asrama mahasiswa di Wuhan, Hubei, Cina. Bunyinya: "Yi Ci, jurusan ilmu film, sedang mengumpulkan pakaian dalam bekas untuk pameran tugas akhir."

Yi Ci juga menulis, "Saya berharap kalian bisa menyumbangkan pakaian dalam bekas Anda ke dalam kotak di kamar mandi umum. Keterlibatan Anda akan menjadi sebuah karya seni yang besar. Ayo, bergabung dengan saya!"

Dalam hitungan minggu, Yi Ci berhasil mengumpulkan ratusan celana dalam bekas. Keinginan mahasiswi senior di Hubei Institute of Fine Arts akhirnya terwujud. Dia menggelar pameran celana dalam bekas dengan tajuk "Privacy".

Ilusionis Ini Bisa Berjalan di Atas Air


TEMPO Interaktif, Jakarta - Setiap ilusionis memiliki keahlian unik. Pesulap asal Inggris, Steve Frayne, atau yang dikenal dengan nama Dynamo, memiliki kemampuan berjalan di atas air.

Steve membuktikannya ketika berjalan di permukaan Sungai Thames, London, pada Sabtu malam lalu, 26 Juni 2011. Dia berjalan menyeberangi Sungai Thames persis di depan Gedung Parlemen Inggris.

Aksi pertama kali ini dilakukan Steve untuk acara baru di televisi, Dynamo: Mission Impossible, yang akan tayang pada 7 Juli mendatang. Namun, baru setengah perjalanan, pria 28 tahun ini "dijemput" polisi.

Menurut juru bicara Steve, aksi Steve yang mengundang kehebohan warga Inggris bukan tipuan. Dalam acara baru Dynamo: Mission Impossible itu dia akan memamerkan kemampuan mengubah telepon seluler menjadi botol bir, mengubah salju menjadi berlian, dan kupu-kupu kertas menjadi kupu-kupu hidup.

Beberapa selebritas akan menjadi bintang tamu dalam acara tersebut. Mereka di antaranya legenda bintang rock, Ian Brown, penyanyi asal Australia Natalie Imbruglia, dan petinju David Haye.

Malam Ini, Pluto Akan Terlihat Lebih Terang


TEMPO Interaktif, Bandung - Hasil pengamatan Pluto malam nanti bakal menjadi sejarah baru bagi Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat. Namun, peristiwa saat planet kerdil itu melintasi bintang di belakangnya terancam gagal oleh mendung. "Kita ketar-ketir juga dengan kondisi cuaca saat ini," kata Direktur Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan, di kubah Zeiss, Senin, 27 Juni 2011.

Menurut Hakim, sejak Ahad malam, langit di atas Bosscha tertutup awan. Hari ini pun sejak pagi hingga petang, langit Bandung kerap mendung. "Ini mungkin karena ekor badai di barat Pasifik sampai ke Indonesia," ujarnya.

Dua astronom dari Amerika Serikat, Mark Bullock, peneliti asal Southwest Research Institute, dan John Stansberry dari Tucson Arizona Steward Observatory mengaku pasrah soal kondisi cuaca. "Kami tidak tahu cuaca yang terjadi di sini, juga apakah yang akan terlihat jelas okultasi Pluto atau satelit Hydra," ujar Bullock di Bosscha.

Mengantisipasi kendala cuaca, lokasi pengamatan dibagi ke tempat lain. Dipimpin mantan Direktur Observatorium Bosscha Danny Herdiwijaya, kelompok astronom ikut memantau di program studi Astronomi ITB. "Di sana memakai teleskop Celestron yang dilengkapi kamera," kata Hakim.

Pada 27 Juni ini Pluto akan melintas dan menutupi bintang di belakangnya atau okultasi. Saat itu, planet kerdil itu akan terlihat lebih terang. Biasanya, planet yang jaraknya 41 Satuan Astronomi itu terlihat redup. Satu Satuan Astronomi berjarak 150 juta kilometer.

Okultasi Pluto itu akan berjalan singkat. Waktunya, kata Hakim, hanya 90 detik. "Diperkirakan akan terjadi pada pukul 21.14 WIB," ujarnya.

Para astronom memanfaatkan momen okultasi itu untuk mempelajari kesamaan apa saja yang ada pada Pluto dengan bumi. Juga beberapa karakteristik lainnya. Pengamatan yang dimulai sejak planet itu ditemukan pada 1930 belum memberikan banyak data karena letak Pluto yang sangat jauh.

Kesempatan okultasi Pluto, kata Hakim, bisa terjadi setiap tahun. Tapi, baru kali ini bayangan Pluto bisa ikut diamati dari Indonesia. Pengamatan tahun ini dilakukan serentak di 15 observatorium di Asia Pasifik. Sebelumnya, pada 23 Juni, didahului dengan okultasi oleh salah satu dari tiga satelit alami Pluto, yaitu Hydra.

Mba Cepat Tolongi, Saya Akan Diperkosa


JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak keluarga Ernawati (15), TKW asal Kudus yang meninggal di Arab Saudi melaporkan Kementrian Luar Negeri dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ke Ombudsman, Senin (27/6/2011).

Kedua instansi tersebut dinilai lambat merespon laporan keluarga terkait penyiksaan yang diterima Ernawati dari majikannya di Saudi. "Kemenlu yang harus bertanggungjawab," ujar Yeni Larasati kakak dari Ernawati selaku perwakilan keluarga di kantor Ombudsman, Jakarta.

Staf Divisi Advokasi Migrant Care, Eli Anita saat mendampingi Yeni menambahkan, pihak keluarga dengan didampingi Migrant Care telah melaporkan tindak kekerasan majikan yang dialami Ernawati kepada Kemenlu sejak 31 Januari. "Kemenlu waktu itu jawabannya akan difollow up," kata Eli.

Namun, hingga keluarga menerima kabar meninggalnya Erna pada 10 Februari, tidak ada upaya nyata dari Kemenlu untuk melindung Erna. "Kemenlu bilang akan selidiki lagi apakah berita (kematian Erna) itu benar atau tidak," tambah Eli.

Hingga kini, keluarga juga belum mendapatkan kepastian soal keberadaan jenazah Ernawati yang dikabarkan bunuh diri dengan meminum racun itu. Pihak Kemenlu, kata Eli, mengatakan bahwa jenazah masih diotopsi.

Selain melapor ke Kemenlu, Yeni mengatakan bahwa keluarga telah melaporkan perilah kematian Ernawati tersebut kepada BNP2TKI. "Tanggal 14 Februari, BNP2TKI bilang kita akan panggil PT (PJTKI), tanggal 23 Februari BNP2TKI bilang sudah dipanggil PT-nya, tanggal 3 April Kemenlu bilang masih dalam proses," ucap Yeni.

Menanggapi laporan tersebut, anggota Ombudsman Kartini berjanji bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan memanggil pihak Kemenlu dan BNP2TKI.

"Kita akan lakukan klarifikasi dulu, kalau sudah, direkomendasi, kalau tidak dapat dimediasi, maka dikasih rekomendasi," katanya.

Ombudsman akan menelisik sejauh mana Kemenlu dan BNP2TKI melindungi para TKI. "Terutama yang di timur tengah karena yang paling parah di timur tengah," ujar Kartini.

Adapun pihak keluarga mendapatkan kabar kematian Ernawati dari temannya yang bernama Mise. Erna diduga meninggal dunia di Arab Saudi karena meminum racun. Dia bunuh diri karena tidak tahan lagi dengan perilaku kasar majikannya.

"Desember 2010 (Erna) telepon ke keluarga, kondisinya sangat menghawatirkan, kondisinya sangat tertekan," kata Eli.

Dia juga mengisahkan, Erna pernah dicambuk dengan selang air oleh majikannya. "Terakhir, berat badannya tinggal 33 kilogram," tambah Eli.

Bahkan, Erna juga mengaku kepada Eli bahwa dia diancam akan diperkosa. "Mba cepat tolongin saya, saya diancam diperkosa teman laki-laki majikan saya," tutur Eli menirukan Erna.

Tolak Beli Tiket, Punkers Lempar Batu


DEPOK, KOMPAS.com - Pergelaran acara musik di sebuah kafe di kawasan Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat pada Minggu (26/6/2011) malam berakhir ricuh. Kericuhan dipicu oleh sekelompok orang yang ingin menyaksikan acara musik tersebut. Mereka dilarang masuk karena tidak membeli tiket seharga Rp 3.000.

"Punkers mau masuk, cuma tidak mau membeli tiket, malahan maksa masuk dan mereka marah lalu melempari panitia dengan batu," ujar Aldo, salah satu panitia di kantor Polisi Sektor Pancoran Mas, Depok, Senin (27/6/2011).

Aldo menjelaskan, akibat dari lemparan batu tersebut, dua orang panitia terkena lemparan batu. Panitia berhasil membubarkan para penonton yang memaksa masuk ke acara tersebut. "Tepe dan Bogel kepalanya kena batu dan dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Yuda, Depok," ujarnya.

Usai acara, kata Aldo, salah seorang panitia yang ingin menjenguk rekannya yang dirawat di Rumah Sakit dihadang oleh sekelompok punkers.

"Di pertigaan Vintara, Tanah Baru, Martin dikenalin sebagai panitia, dihadang punkers lalu dikeroyok dan dipukulin, bagian kepalanya dijahit sampai 19 jahitan," katanya.

Martin (26) berhasil diselamatkan warga dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Yudha, Depok.

Polisi Ciduk 30 Orang "Punkers"


DEPOK, KOMPAS.com — Kepolisian Sektor Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, berhasil menggiring 30 punkers yang melakukan tindakan kriminal setelah pertunjukan musik di sebuah kafe di daerah Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat.
Kepala Unit Reskrim Polsek Pancoran Mas Ajun Komisaris Syah Johan menjelaskan, mereka ditangkap setelah ada pengaduan dari masyarakat. "Setelah mendapat laporan dari warga, kami langsung mendatangi TKP. Sebanyak 30 orang kami amankan karena mengganggu ketertiban," ujar Johan saat ditemui di kantor Polsek Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senin (27/6/2011).
Johan menjelaskan, dari 30 orang tersebut, dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka pelaku pengeroyokan terhadap Martin (26), seorang panitia acara musik tersebut.
"Mereka akan dibawa ke dinas sosial untuk direhabilitasi, dua orang kami tahan karena diduga sebagai pelaku pengeroyokan," ujarnya.
Diketahui keduanya bernama Prasojo (19) dan Rizky (19), warga Cimanggis yang sehari-hari hidup di jalan sejak tahun 2002. Mereka dikenai Pasal 170 tentang Pengeroyokan dan Pasal 406 tentang Perusakan.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus itu dipicu lantaran sekelompok punkers ingin menyaksikan acara musik pada Minggu (26/6/2011) malam di sebuah kafe yang berada di kawasan Tanah Baru, Beji, Depok. Mereka dilarang masuk oleh panitia acara tersebut lantaran tidak ingin membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000.

Kemiskinan Picu TKI ke Luar Negeri

JAKARTA - Kemiskinan menjadi penyebab utama kian bertambahnya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Derita TKI juga mencerminkan kegagalan program pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja di dalam negeri.

"Awalnya memang karena kemiskinan. Lalu, karena program pengentasan kemiskinan tidak sampai ke daerah, maka mereka tidak dapat bersaing dengan dunia kerja di Tanah Air. Mereka kemudian memilih menjadi TKI di luar negeri," kata pengamat ekonomi dari UI, Aris Yunanto, di Jakarta, Minggu (26/6).

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), setiap bulan dikirim sebanyak 30 ribu hingga 50 ribu TKI ke luar negeri. Dari jumlah itu, Arab Saudi merupakan negara tujuan penempatan TKI terbesar kedua setelah Malaysia. Kini, jumlah TKI di Arab Saudi sedikitnya 1,5 juta orang, yang sebagian besar perempuan dan menjadi pekerja rumah tangga.

Sementara itu, daerah asal TKI kebanyakan dari kabupaten berpenduduk miskin. Disebutkan Kemenakertrans, terdapat 10 daerah utama kantong TKI, yakni Cirebon, Indramayu, Subang, Cianjur, Sukabumi, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Ponorogo, dan Malang.

Dijelaskan Aris, kemiskinan menjadi faktor utama lemahnya daya saing bangsa, selain kesempatan bekerja di dalam negeri yang terbatas serta rendahnya tingkat pendidikan yang juga sangat berpengaruh. "Jika orang sudah miskin ditambah sempitnya kesempatan kerja mendorong orang untuk mau kerja apa saja dengan daya saing yang rendah. Inilah persoalannya di Indonesia," katanya.

Aris menambahkan seandainya program pengentasan kemiskinan tercapai, mungkin mereka yang bekerja di luar negeri bisa memilih lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya. "Tapi, nyatanya, sampai sekarang masih banyak yang bekerja di sektor informal di luar negeri," imbuh Aris.

Koordinator Migrant Care Anis Hidayah juga membenarkan bahwa kemiskinan menjadi faktor utama masih tingginya minat masyarakat untuk menjadi TKI. Untuk itu, pemerintah sebaiknya membenahi akar masalah di dalam negeri sehingga tidak membuat rakyatnya di luar negeri menjadi korban kesewang-wenangan.

"Pemerintah sebaiknya memikirkan bagaimana agar nasib buruh di dalam negri diperhatikan. Kebijakan pembangunan juga harus lebih berpihak kepada masyarakat, bukan pemodal belaka. Jika tidak, pekerja sektor nonformal yang memilih bermigrasi akan semakin banyak," urainya.

Diungkapkan, faktor pendorong utama kemiskinan karena pemerintah gagal mengoptimalkan sumber daya alam yang ada demi kesejahteraan rakyat. Pemerintah juga tidak maksimal memenuhi kebutuhan pendidikan dasar melalui program wajib belajar 9 tahun. "Inilah akar masalahnya, banyak TKI bekerja di sektor informal di luar negeri," kata Anis.

Pemerintah sendiri sebenarnya menyadari jika peluang bekerja di dalam negeri masih terbatas. Karenanya, seusai keluarnya kebijakan moratorium pengiriman TKI di Arab Saudi yang berlaku mulai 1 Agustus 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para kepala daerah untuk memikirkan penciptaan lapangan kerja untuk menampung para TKI sehingga mereka tak perlu lagi bekerja di luar negeri.

"Saya berharap kita sukseskan semua. Saya instruksikan kepada gubernur, wali kota, bupati untuk memikirkan masyarakat yang mencari kerja di luar negeri. Dengan sekuat tenaga kita ciptakan peluang di daerah masing-masing," kata Presiden.

Tidak Pantas

Dihubungi terpiah, ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Revrisond Baswir, menyatakan sebaiknya pemerintah menghentikan penempatan TKI di luar negeri. Soalnya, sebagai negara dengan sumber daya alam yang besar tidak pantas membiarkan TKI menjadi sapi perahan di negeri orang. "Ini martabat bangsa. Tidak pantas kita mengirim tenaga kerja ke luar negeri. Jadi, harus dihentikan," katanya.

Revrisond kemudian menyarankan pemerintah fokus pada pembangunan sektor yang dapat menyerap tenaga kerja, di antaranya sektor industri, barang dan jasa, serta pertanian. "Pemerintah belum berhasil meningkatkan sektor pertanian, padahal sektor ini dapat menyerap banyak tenaga kerja," tegasnya.

Sedangkan ekonom Indef, Aviliani, menyatakan pemerintah belum dapat menjamin rakyatnya untuk mendapat pekerjaan yang layak sehingga kebijakan moratorium justru menghalangi hak hidup rakyat untuk mendapat penghidupan yang layak. "Dengan adanya moratorium malah hak bekerja orang jadi terhalang," ucap Aviliani.

Aviliani menilai pemerintah belum mampu membuka lahan pekerjaan baru di dalam negeri. Sektor-sektor yang menyerap tenaga kerja tinggi, di antaranya sektor industri, pertanian, dan infrastruktur, juga sangat terbatas. "Kalau pun ada, pemerintah baru mengupayakan untuk program jangka panjang, yang baru bisa dirasakan pada 2012 – 2013 nanti," ujarnya. cit/fan/AR-2

Minggu, 26 Juni 2011

Dua Serdadu AS Tewas Lagi di Irak


REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD – Dua prajurit Amerika tewas di Irak utara, Ahad (26/6), sehingga Juni menjadi bulan paling mematikan bagi pasukan AS dalam waktu lebih dari dua tahun.
"Dua prajurit AS tewas hari ini ketika sedang melakukan operasi di Irak utara," kata militer AS dalam sebuah pernyataan.

Sejak 1 Juni, 11 prajurit AS tewas di Irak, dan bulan ini merupakan yang paling mematikan bagi pasukan Amerika sejak Mei 2009. Dengan kematian kedua prajurit itu, jumlah personel militer AS yang tewas di Irak sejak invasi Maret 2003 menjadi 4.465, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas situs independen www.icasualties.org.
Sementara itu, pada hari yang sama, sedikitnya 12 orang cedera ketika seorang penyerang dengan kursi roda meledakkan bom bunuh diri di sebuah kantor polisi di daerah pinggiran utara Baghdad.

Juru bicara Komando Operasi, Baghdad Mayor Jendral Qassim Al-Moussawi, mengatakan, penyerang meledakkan rompi bomnya di kantor kepala kepolisian di markas polisi di Tarmiya, 25 kilometer sebelah utara Baghdad. "Ini jumlah korban awal dan kami memperkirakan angka itu akan naik," kata Moussawi.

Menurut perwira tinggi tersebut, korban cedera mencakup sembilan polisi dan tiga warga sipil.

Redaktur: cr01
Sumber: Antara/AFP