Cari Blog Ini

Selasa, 22 November 2011

Ulama Mesir dan Arab Saudi: Membaca Alquran Elektronik Harus Bersuci Terlebih Dulu


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ulama al-Azhar Mesir menyetujui Fatwa yang dikeluarkan salah seorang Ulama Saudi, Muhamamd bin Salih, yang memfatwakan keharusan bersuci sebelum menyentuh, apalagi membaca al-Quran elektronik yang ada di ponsel. Ulama berpendapat menyentuh al-Quran elektronik sama saja dengan menyentuh al-Quran berupa mushaf yang dicetak.

Pendapat Ulama al-Azhar kerap diyakini kebenarannya, karena selalu dijadikan sandaran dalam melaksanakan ajaran Islam di seluruh dunia. Terlebih lagi dalam hal memperlakukan kitab suci.
Para ulama menyandarkan pendapatnya kepada ayat yang berbunyi janganlah menyentuhnya (al-Quran) kecuali dalam keadaan suci (al-Waqiah: 79). Ayat ini kemudian dijadikan landasan untuk menyentuh al-Quran baik yang tercetak ataupun yang berbentuk elektronik seperti yang ada di ponsel.

Ketua Umum Lajnah Buhuts al-Islamiyah al-Azhar Mesir, Syaikh Ali Abdul Baqi, menyatakan al-Quran harus tetap terjaga baik dalam kondisi tercetak maupun di elektronik. “Tidak hanya itu, terjemahannya pun harus dijaga dalam huruf latin,” imbuhnya, Ahad (16/10).

Dia mengatakan dikeluarkannya fatwa terkait memegang mushaf elektronik ini dilatarbelakangi kemajuan zaman yang tak terbendung. Pola penjagaan terhadap mushaf al-Quran pun tidak boleh luput dari perhatian.   

Ketua Majlis Ulama Mesir, Syaikh Ahmad Qandil, menyetujui fatwa tersebut. menurutnya, tidak diperbolehkan untuk memegang mushaf apapun bentuknya, kecuali dalam keadaan suci. “Mushaf cetak maupun elektronik seperti yang ada di ponsel harus dipegang dalam keadaan suci,” paparnya.
Redaktur: Stevy Maradona
Reporter: Erdy Nasrul

STMIK AMIKOM

Blogger diminta kedepankan etika dalam menulis

Jakarta (ANTARA News) – Blogger senior, Risa Amrikasari, meminta para penulis blog agar mengedepankan etika dan menjunjung hak atas kekayaan intelektual (HAKI), agar terbebas dari tuntutan hukum.
Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, menyatakan, permintaan itu disampaikan terkait adanya isu salah satu blogger Indonesia disomasi Facebook karena membuat tema blognya meniru facebook profile.
Risa yang juga sebagai konsultan dan pegiat HAKI, menyatakan keprihatinannya tas kasus tersebut. Pasalnya, di saat ASEAN Blogger berdeklarasi, di mana salah satu point-nya (No.5) adalah menghargai HAKI orang  lain, malah ada Blogger Indonesia yang disomasi Facebook.
Merujuk poin deklarasi no 5 lanjut Risa yang berisikan ‘We, the ASEAN bloggers, are committed to ethical and positive demeanor, respectful of the rights of authors attached to articles, photos, and videos, and other creative products’, bagus untuk diterapkan kepada semua Blogger, khususnya di Indonesia, katanya.
“Untuk itu, deklarasi yang sudah digaungkan bersama blogger perwakilan negara – negara ASEAN  bisa jadi rujukan bahwa sudah seharusnya kesadaran Blogger Indonesia menghargai HAKI orang lain lebih ditingkatkan. Selama ini saya selalu mengajak para blogger untuk mengedepankan etika dalam menulis blog, berekspresi tanpa mengganggu hak- hak orang lain, dan menjunjung tinggi kesadaran akan Hak kekayaan intelektual orang  lain,” jelas perempuan berambut pirang itu.
“Tetapi dalam kaitannya dengan kasus blogger Indonesia yang disomasi Facebook, kita harus tahu dulu duduk persoalan yang sebenarnya. Yang jelas, sebagai pegiat HAKI, saya ingin sekali rekan-rekan saya sesama blogger bisa paham mengenai HAKI terkait dengan dunia penulisan online agar mereka bisa lebih berhati-hati,” kata Risa.
Menurut Risa, dirinya sudah menyampaikan usulan untuk mengadakan sosialisasi HAKI bagi para blogger Indonesia dalam diskusi kecil di Museum Pasifika, Nusa Dua, dengan Advisor ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia, Hazairin Pohan.
“Mengingat dalam presentasi perwakilan blogger dari negara-negara anggota ASEAN, isu terkait HAKI ini selalu disebut oleh mereka dan dalam sesi itu saya sebagai moderatornya,” ungkap pengamat hukum dan sosial itu.
“Keluhan mengenai ‘dimanfaatkan’nya karya intelektual mereka oleh pihak lain secara online maupun offline, adalah isu yang diungkap hampir sebagian besar dari mereka. Itu menunjukkan bahwa blogger adalah pihak yang rentan terhadap pembajakan, tetapi di lain pihak juga potensial menjadi pelaku pembajakan,” tambahnya.
Oleh karena itu, kata Risa, sosialisasi HAKI harus sering dilakukan kepada para blogger, dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan perlindungan HAKI bagi semua pihak.
Menjadi moderator di acara konferensi Blogger tingkat ASEAN yang digagas oleh ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia di Bali 16-17 November 2011 lalu, diakui Risa Amrikasari kurang seru. Alasannya, penulis novel Good Lawyer ini belum puas hanya sebagai penengah sekaligus pendengar saja.
ASEAN Blogger Conference yang diikuti sekitar 200 blogger, di antaranya juga dihadiri perwakilan blogger dari negara-negara anggota ASEAN itu bertujuan meningkatkan keterlibatan dan dukungan para pemangku kepentingan di ASEAN untuk menciptakan rasa memiliki dan mengkonsolidasikan persatuan dalam keberagaman untuk membawa ASEAN lebih dekat kepada masyarakatnya.(*)
Editor: Ruslan Burhani

Microsoft Bikin Jejaring Sosial Mirip Google Plus


KOMPAS.com - Microsoft dikabarkan sedang menguji secara diam-diam sebuah jejaring sosial baru, yang disebut Socl.com. Sepertinya Microsoft akan membuat jejaring sosial yang mirip dengan Google+.
Proyek rahasia Microsoft ini pertama kali terendus pada bulan Juli lalu, saat mereka sedang menguji website tersebut untuk online, kemudian infonya terekspos ke publik, dan akhirnya sempat diakses  selama beberapa saat.
Proyek, yang disebut Tulip tersebut, memiliki slogan "Find what you need and share what you know easier than ever". Seperti yang dikutip dari The Verge, sesuai slogannya, Socl merupakan perpaduan antara pencarian, petualangan, dan sosial. Socl memiliki desain dengan tata letak tiga kolom standar, dengan navigasi utama berada di sisi kiri, aliran berita/update di tengah, dan kumpulan beberapa fitur di sebelah kanan.
Kolom untuk pencarian terletak di bagian paling atas, yang search engine-nya tentu saja menggunakan Bing dari Microsoft. Setiap kali pengguna mencari dengan kata kunci tertentu, Bing akan memberikan hasil yang relevan dengan aktivitas pemilik akun tersebut.
Socl memiliki feature "Video Party" yang mirip dengan feature video conference yang terdapat di Google+, Google Hangouts. Dengan "Video Party", pengguna dapat melakukan percakapan melalui video dengan beberapa pengguna lain dalam satu waktu.
Di "calon" jejaring sosial Microsoft ini pengguna bisa mendaftar menggunakan account Facebook atau Twitter. Meskipun Microsoft membantah keberadaan proyek rahasia tersebut, tampaknya mereka tetap terus bekerja mengembangkan Socl.

Inilah Bocah Pengganti Steve Jobs



KOMPAS.com — Setelah meninggalnya visioner dan pendiri Apple, Steve Jobs, semua orang bertanya-tanya siapakah yang mampu menggantikannya. Bukan untuk menggantikannya sebagai CEO Apple karena Apple telah menunjuk Tim Cook untuk jabatan tersebut.
Steve Jobs terkenal dengan pesona, kejeniusan, dan visi masa depannya. Karakter dan sifat Jobs inilah yang menjadi fokus semua orang sehingga memunculkan pertanyaan, siapa "The Next Steve Jobs".
Pertanyaan tersebut sepertinya akan segera terjawab. Dalam sebuah acara sharing teknologi TEDx ManhattanBeach, seorang anak yang masih duduk di bangku kelas VI SD tampil memukau saat mempresentasikan produk ciptaan dan perusahaan startup-nya kepada hadirin. Dia penuh percaya diri dan punya bahasa tubuh yang mengingatkan publik terhadap mendiang Steve Jobs.
Anak ini bernama Thomas Suarez, seorang anak berusia 12 tahun asal California, AS. Dia adalah pendiri sebuah perusahaan startup CarrotCorp yang saat ini sedang mengembangkan aplikasi untuk sistem operasi Apple iOS.
Seperti dikutip dari Daily Mail, Thomas Suarez ternyata memang seorang pengagum Steve Jobs. Dia telah tertarik membuat program komputer sejak taman kanak-kanak dan belajar secara otodidak beberapa bahasa pemrograman, seperti Phyton, C, dan Java.
Karya pertamanya, yaitu Earth Fortune, hadir pada akhir tahun 2010 lalu, sebuah program yang memungkinkan perubahan warna Bumi berdasarkan peruntungan penggunanya.
Saat ini, Thomas tetap fokus menimba ilmu di sekolah formal sambil tetap mengelola perusahaan CarrotCorp.
Dalam presentasinya di TEDx, ia sedang memaparkan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan startup-nya itu. Selain memukau mereka yang hadir, Thomas juga membuat publik penasaran dengan memamerkan sebuah tagline yang berbunyi, "Uploading pictures will never be the. Coming soon".
Apakah Thomas Suarez dapat menggantikan idolanya, Steve Jobs? Setidaknya dia mempunyai potensi untuk menuju ke arah sana.
Berikut penampilan Thomas Suarez dalam acara TEDx ManhattanBeach.
 













Rabu, 09 November 2011

Pendidikan Gratis Seharusnya Hanya untuk Siswa Miskin


GORONTALO, KOMPAS.com - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Gorontalo, Nelson mengatakan, pemerintah daerah harus cerdas mengambil kebijakan dalam menerapkan program pendidikan gratis. Ia mengungkapkan, pendidikan gratis seharusnya hanya diberikan kepada warga miskin,
Pendidikan gratis mestinya hanya bisa diberikan pada pelajar yang berlatarbelakang dari keluarga tidak mampu
Pasalnya, kata dia, realisasi program pendidikan yang berkualitas membutuhkan biaya yang besar, sehingga penerapan pendidikan gratis tidak layak diberlakukan untuk seluruh pelajar. Hal itu harus ditempuh agar kesenjangan sosial di tengah masyarakat dapat diminimalisir.
"Pendidikan gratis mestinya hanya bisa diberikan pada pelajar yang berlatarbelakang dari keluarga tidak mampu," kata Nelson, Rabu (9/11/2011), di Gorontalo.
Menilik apa yang dilakukan sejumlah kabupaten di Gorontalo, menurutnya, sudah tepat. Ia mencontohkan, seperti diterapkan di Kabupaten Gorontalo yang menetapkan anggaran pendidikannya sebesar 36 persen dari total anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
Plotting anggaran yang melampaui target anggaran pendidikan nasional itu, tidak lantas menggratiskan program pendidikan yang berjalan. Pemerintah daerah memrogramkan pendidikan gratis bagi masyarakat miskin, dan memberikan kesempatan kepada anak dari keluarga mampu untuk berpartisipasi dalam pendidikan atau dikenal dengan subsidi silang.

Kantin Unik SMPN 26 Surabaya: Terapung, Bebas Plastik!


SURYA/FAIQ NURAINI

Suasana kantin apung di SMPN 26 Surabaya. Menghadirkan suasana lain di lingkungan sekolah. Kantin ini juga tidak menjual makanan dalam kemasan plastik.



SURABAYA, KOMPAS.com — Suasana lain dihadirkan di SMPN 26 Surabaya. Di sekolah ini, ada kantin yang cukup unik. Mereka menamakannya kantin apung!
Kantin apung ini menyediakan lima anjungan atau lorong memanjang. Lorong-lorong ini sengaja didesain dengan pandangan bebas menatap taman atau hamparan sawah Tandes.



Mengapa kantin apung? Sebab, kantin yang terlihat megah ini didirikan di atas air sehingga terlihat seperti mengapung. Selain itu, sekolah berstatus RSBI yang berlokasi di kawasan Tandes ini juga mengemasnya dengan asri dan hamparan tanaman hijau yang ada di taman sekitar kantin.
Saat jam istirahat, ratusan siswa berebut tempat di setiap anjungan dan lorong kantin.
"Kalau tak cepat, tak dapat tempat,” kata Nursaidah, siswa kelas sembilan atau kelas tiga.
Di kantin ini, para siswa merasakan udara yang segar karena bisa merasakan embusan angin saat mereka duduk lesehan. Kantin apung dengan desain lesehan ini berada di areal belakang sekolah. Menempati lahan sekitar 25 meter x 25 meter.
Kantin apung ini menyediakan lima anjungan atau lorong memanjang. Lorong-lorong ini sengaja didesain dengan pandangan bebas menatap taman atau hamparan sawah Tandes.
Tidak hanya itu, kantin dengan kapasitas tampung hingga 300 pengunjung ini tampak lebih elegan karena interiornya yang serba kayu. Bahkan, lampu hias pun dengan ornamen kayu.
Kantin ini dibangun pada tahun 2009. Informasi yang diterima Surya.co.id, kantin itu menelan biaya pembangunan hingga Rp 600 juta. Namun, semua dikerjakan pihak ketiga termasuk produsen air mineral. Selain itu, dibantu pula bantuan sukarela orangtua dalam bentuk barang.
“Duta Besar Amerika Serikat pernah memuji kami. Apalagi, kami tak izinkan penjual menjual makanan atau jajan yang dibungkus plastik. Sebab plastik merusak lingkungan. Tak boleh ada sampah dibuang di perairan,” kata Titik Sudarti, Kepala SMPN 26.
Sekitar 10 meter sebelum memasuki kantin, ada jalan setapak ukuran satu meter. Untuk menuju jalan kantin ini, siapa pun tidak diperbolehkan memakai sepatu.
Pengelola menyediakan tas khusus yang ramah lingkungan (bukan kantong plastik) untuk setiap pengunjung. Tas ini digunakan untuk menyimpan sepatu.
Di kantin apung ini, ada tujuh pedagang yang menyediakan berbagai jenis makanan, di antaranya nasi, gado-gado, bakso, dan berbagai jenis minuman. Untuk makanan dan minuman berlaku sistem kupon, tidak membayar langsung tunai dengan uang.
Pembeli lebih dulu menukar uangnya dengan kupon. Misalnya, ia menukarkan Rp 7.000 dengan kupon dan menggunakannya untuk menukar dengan menu yang diinginkan.
“Setiap lapar, saya mengajak teman-teman makan siang di kantin ini. Bersih dan harganya terjangkau. Kami senang meski diminta lepas sepatu dan membawa sepatu dengan tas khusus,” kata seorang siswa lainnya.
Kantin ini hanya beroperasi mulai pagi hingga pukul 12.00 WIB atau hingga istirahat kedua usai.

Senin, 31 Oktober 2011

Robot "Bunglon" Berlidah Gesit


KOMPAS.com - Tomofumi Hatakeyama dan Hiromi Mochiyama dari Universitas Tsukuba, Jepang, mengembangkan "Robot Bunglon". Keduanya mempresentasikan pengembangan itu dalam ajang IEEE International Conference on Intelligent Robots and Systems di San Fransisco minggu lalu.
Hingga saat ini, bentuk final robotnya belum jadi. Namun, keduanya sudah mengembangkan bagian robot yang paling penting, yakni lidah. Bagian lidah direncanakan bisa segesit lidah bunglon asli yang bisa menjulur dan menangkap mangsa hanya dalam 0,03 detik.
Sistem lidah yang digunakan menurut dua peneliti itu sederhana, yakni mengandalkan pada sistem seperti meriam. Sistem itu bisa menembakkan proyektil magnetik yang terhubung dengan badan robot, tepatnya sebuah kawat yang tipis dan elastis.
Uji coba telah dilakukan. Menurut peneliti, lidah itu bisa mengambil magnet yang berjarak 70 cm dalam 10 detik. Dalam waktu 10 detik kemudian, lidah robot itu juga bisa membawa magnet tersebut pada posisi robot berada.
Hasil uji coba sebenarnya cukup bagus. Namun, sepertinya lidah robot itu belum mampu menggantikan kemampuan lidah bunglon aslinya. Pertama, karena lidah itu hanya bisa "menangkap" benda yang bersifat magnetik dan masih butuh "bimbingan" untuk menembak benda.
Peneliti berharap, Robot Bunglon nantinya memiliki lidah yang bisa menjangkau benda sejauh 10 meter. target yang mengejutkan memang, tapi bukan berarti tak mungkin. Untuk melengkapi kekurangan, sensor laser mungkin akan ditambahkan.
Lalu, untuk apa robot itu? Peneliti berencana untuk meletakkan robot itu pada alat gerak untuk membuatnya mampu menangkap dan membuang kecoa dan binatang lain yang mengganggu. Belum jelas apakah robot ini nantinya bisa berubah warna pula seperti bunglon.

Merawat Bahasa Indonesia

Oleh Salahuddin Wahid
Dari tiga butir Sumpah Pemuda, mungkin sumpah ketiga yang tidak banyak mengandung masalah.
Kita mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Namun, tanah yang satu itu sudah banyak yang dikuasai oleh pihak luar negeri, lebih banyak untuk kepentingan mereka dibandingkan dengan untuk kepentingan anak bangsa (kecuali segelintir pejabat dan pengusaha). Kesatuan wilayah Tanah Air itu kita pertahankan dengan kekerasan terhadap anak bangsa di sejumlah tempat yang memprotes ketidakadilan.
Kita mengaku berbangsa yang satu, yaitu bangsa Indonesia, tetapi rasa berbangsa satu itu kian menipis. Sejumlah daerah ingin melepaskan diri dari bangsa Indonesia karena merasa diperlakukan tidak adil.
Kondisi bangsa kita amat menyedihkan sehingga makin banyak yang mengatakan bahwa kita adalah ”bangsa kuli dan kulinya bangsa-bangsa”. Jarang ada tulisan yang bernada positif tentang kondisi bangsa Indonesia.
Kita bertekad bahwa sebagai putra dan putri Indonesia, kita akan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Tampaknya butir ketiga dari Sumpah Pemuda itulah yang masih tersisa dari ketiga butir Sumpah Pemuda. Memang ada sejumlah masalah dalam perkembangan bahasa Indonesia, tetapi secara keseluruhan masih bisa dianggap baik.
Pilihan yang tepat
Semula Mr Mohammad Yamin mengusulkan bahasa Melayu, bukan bahasa Indonesia, dengan alternatif bahasa Jawa. Namun, Sanusi Pane menolak. Menurutnya, bahasa persatuan bagi nusa dan bangsa Indonesia haruslah bahasa Indonesia, bukan bahasa Melayu ataupun bahasa Jawa.
Pilihan para pemuda terhadap bahasa Melayu sebagai bahan baku bahasa Indonesia adalah pilihan yang tepat. Kebesaran jiwa para pemuda dari suku Jawa untuk tidak mengusulkan bahasa Jawa perlu dihargai. Para cendekiawan dari berbagai daerah di Nusantara itu memahami bahwa bahasa Melayu adalah lingua franca yang betul-betul hidup di seluruh wilayah Nusantara.
Dari prasasti yang ditemukan di Palembang, Sumatera Selatan, (683 Masehi), dapat diketahui bahwa bahasa Melayu (kuno) sudah digunakan sebagai alat komunikasi masyarakat pada saat itu. Prasasti itu menggunakan bahasa Melayu kuno dalam tulisan menggunakan aksara Pallawa. Karena Kerajaan Sriwijaya punya pengaruh luas di Nusantara, warga di wilayah Nusantara yang berinteraksi dengan Sriwijaya juga memakai bahasa Melayu.
Sriwijaya maju dalam kesusastraan dan ilmu pengetahuan (agama). Pada abad XIV, Kerajaan Malaka merdeka. Malaka punya pengaruh besar pada wilayah timur Nusantara. Penyebaran bahasa Melayu sejalan dengan penyebaran agama Islam. Namun, perkembangan bahasa Melayu tidak menghilangkan bahasa daerah.
Penjajah Belanda mengalami kesulitan berkomunikasi dengan warga di berbagai daerah yang punya dialek lokal. Satu-satunya pilihan adalah menggunakan bahasa Melayu. Menurut Brugmans, yang dikutip dalam buku Suhendar (1998), bahasa Melayu digunakan Belanda untuk mengadakan perjanjian dengan raja-raja taklukan, penyebaran agama Kristen, dan komunikasi antara penduduk pribumi dan Belanda.
Memang ada upaya dari Prof Kem pada 1890 untuk menghambat perkembangan bahasa Melayu. Dia menyerukan dibentuknya lembaga propaganda bahasa Belanda untuk meningkatkan derajat sosial bangsa Bumiputera dengan berbahasa Belanda dan juga derajat pekerjaan mereka.
Bukan tanpa masalah
Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa pengikat dan bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Sutan Takdir Alisjahbana menyebutnya sebagai salah satu mukjizat abad ini.
Bahasa Indonesia telah ditetapkan oleh UUD 1945 menjadi bahasa negara. Di beberapa negara, bahasa Indonesia telah dipelajari. Namun, tidak berarti bahwa keberadaan bahasa Indonesia bukan tanpa masalah.
Pada 2010, kita membaca berita bahwa banyak ketidaklulusan siswa SMA/MA/SMK dalam ujian nasional disebabkan oleh kegagalan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Fakta itu menunjukkan bahwa mutu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia amat rendah sehingga tidak mampu memberi kemampuan minimal untuk bisa lulus.
Perlu dikaji apakah hal itu terjadi karena kurikulum yang ada atau memang karena rendahnya mutu guru. Pelajaran Bahasa Indonesia tak mendapat perhatian memadai dari siswa dan juga guru-guru. Jarang kepala sekolah yang memperhatikan rendahnya angka siswa dalam ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Salah satu faktor yang mengganggu perkembangan bahasa Indonesia ialah pengaruh ”bahasa gaul”. Kalau itu dilakukan dalam bahasa lisan, SMS, Twitter, atau dalam pertunjukan di panggung dan televisi, masih bisa kita pahami. Namun, ternyata di dalam tugas mahasiswa dan makalah juga digunakan bahasa gaul semacam itu.
Kalau praktik semacam itu terus dibiarkan, kita khawatir kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar oleh para tamatan universitas akan menurun. Kalau hal tersebut terus terjadi, bukan tidak mungkin suatu hari kelak kita sulit memahami laporan yang ditulis oleh para sarjana lulusan perguruan tinggi di negeri ini.
Kebiasaan buruk lain ialah kegemaran menyerap bahasa asing, khususnya Inggris, di dalam percakapan sehari-hari atau pidato oleh para pejabat, termasuk (maaf) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan untuk kata-kata yang sudah ada dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, kita juga memakai kata-kata Inggris. Misal kata ”klir” dalam kalimat, ”Masalah itu sudah klir.” Bukankah kita bisa memakai kalimat, ”Masalah itu sudah jelas.” Kita tentu tidak bisa menghindar dari menyerap kata asing, tetapi hendaknya hal itu dilakukan jika memang benar-benar terpaksa.
Rendahnya minat terhadap bahasa Indonesia sedikit banyak akan berpengaruh terhadap minat baca. Studi 0rganization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2006 menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak-anak Indonesia baru mencapai angka 392, jauh di bawah kemampuan rata-rata negara-negara OECD yang ada di angka 492.
Kalau bangsa kita kurang banyak membaca bahan bacaan yang bagus, bisa kita bayangkan seperti apa jadinya bangsa ini di masa depan. Karena itu, kita perlu berjuang untuk merawat bahasa Indonesia sebagai salah satu nikmat dan anugerah Allah kepada bangsa Indonesia. Juga perlu berjuang menumbuhkan minat baca untuk meningkatkan budaya keberaksaraan bangsa.
Salahuddin Wahid Pengasuh Pesantren Tebuireng

Para Elite Pun Masih "Menginggriskan" Bahasa Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com — Penggunaan bahasa Indonesia semakin meluntur. Kebanggaan para elite dan pejabat menggunakan bahasa Indonesia pun dinilai semakin meluntur. Kepala Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Agus Dharma mengatakan, para elite, baik di level eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, cenderung tak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Perhatikan contoh para elite kita yang berbicara dalam bahasa Indonesia. Sudah diajarkan dengan baik, masih diulangi dengan bahasa Inggris. Malu kita.
"Dari perkataan-perkataan mereka, ada kecenderungan tidak bangga menggunakan bahasa Indonesia," kata Agus.
Agus menilai, para elite yang seharusnya memberikan contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat ini justru lebih banyak menyelipkan bahasa asing, terutama Inggris, dalam kata-kata yang diucapkan. Agus mengatakan, hal ini menunjukkan adanya kemunduran besar dalam penggunaan bahasa Indonesia.
"Perhatikan contoh para elite kita yang berbicara dalam bahasa Indonesia. Sudah diajarkan dengan baik, masih diulangi dengan bahasa Inggris. Malu kita" ujarnya.
Ia menjelaskan, padahal pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2010 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Resmi Presiden dan/atau Wakil Presiden serta Pejabat Negara Lainnya mengharuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia di dalam atau di luar negeri. Nantinya akan keluar Peraturan Pemerintah (PP) turunan dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. PP itu akan melahirkan perpres, dan kemudian peraturan menteri (permen) tentang pedoman penggunaan bahasa Indonesia.
"Para elite harus menggunakan bahasa Indonesia, kecuali ketika di luar negeri dan tempatnya mewajibkan bahasa lain," kata Agus

Ketika Anak Selalu Terlambat Datang Sekolah

REPUBLIKA.CO.ID, Sudah pukul 7 Andy belum juga bangun, belum shalat subuh dan belum siap-siap mandi. Alhasil, Andy terlambat lagi masuk sekolah seperti hari-hari sebelumnya. Ibunya Andy akhirnya menerima surat teguran dari sekolah untuk yang kedua kalinya. Problem Andy sebenarnya tergolong tidak berat diabanding masalah teman-temannya. Andy hanya sering terlambat datang ke sekolah dan selalu lupa bawa buku PR. Sementara masalah teman-teman Andy yang lain untuk anak remaja seusianya seperti merokok, mem-bully kawan bahkan pulang nongkrong di mal. Hal ini tidak pernah dilakukan oleh Andy. Dari segi akademis Andy tergolong baik-baik saja. Andy mampu mengikuti pelajaran dengan baik walaupun belum pernah meraih rangking pertama atau 5 besar sekalipun. Namun Andy tidak terlalu payah mengikuti pelajaran karena hampir semuanya dapat diikutinya dengan baik. Tidak ada yang merisaukan prilaku Andy kecuali kebiasaannya yang selalu bangun kesiangan dan selalu terlambat masuk sekolah. Sebenarnya sudah berbagai macam cara dilakukan oleh ibunya untuk mengatasi masalah itu. Namun Andylah yang susah untuk merubahnya. Memarahi, kesal bahkan mengancam sudah dilakukan ibunya Andy, namun jawaban Andy simple saja yaitu, "mengantuk yaa mengantuk, tidak bisa dirubah lagi." Akhirnya ibunya mencoba mencari cara lain agar Andy tidak terlambat lagi datang ke sekolah. Agar tidak kesiangan ibunya meminta Andy untuk tidur lebih awal dimalam hari. Karena menurut ibunya Andy, cara ini dapat membuat Andy bangun juga lebih awal. Untuk anak-anak remaja seusia Andy memang susah sekali tidur di awal waktu. Oleh karena itu, apa yang harus orangtua lakukan sebaiknya adalah menyibukkan anaknya dengan berbagai kegiatan di sore hari yang utamanya aktivitas yang bersifat fisik, seperti main bola, taekwondo atau bela diri lain yang dapat menguras tenaga. Atau bisa juga dengan mengajak anaknya untuk bermain basket ball, tenis atau apa saja yang penting si anak mengikuti kegiatan fisik yang mengerahkan tenaga dan membuat lelah. Ketika tubuh si anak lelah maka biasanya si anak ingin segera sampai rumah, lalu mandi, makan dan tidur. Dengan cara ini Insya Allah berhasil untuk membuat anak remaja kita tidur lebih awal dan kemudian bangun juga lebih awal dan diharapkan tidak akan terlambat bangun lagi.